ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

Sabtu, 09 Februari 2019

Multikhasiat Temulawak

Temulawak merupakan salah satu jenis tanaman rimpang seperti kunyit, namun memiliki struktur bentuk yang agak berbeda dan aroma yang sangat khas. Rimpang ini bisa ditemui di pasar penjual empon-empon. Harganya relatif terjangkau dan banyak yang menggunakannya sebagai pengobatan/ terapi.

Dalam bidang obat tradisional, nama temulawak bukanlah hal baru. Tanaman ini biasa digunakan baik tunggal maupun bersama bahan lain. Bahkan sering kali dipergunakan untuk merangsang nafsu makan dan sebagai bahan utama untuk pengobatan liver, pemberi warna, maupun penambah aroma.

Selain itu, temulawak juga dimanfaatkan sebagai obat malaria. Perlu diketahui penyebab utama malaria adalah plasmodium. Temulawak memang tidak langsung mematikan plasmodium, namun berkhasiat menperbaiki dan memperkuat fungsi limpa dan hati. Sehingga serangan plasmodium bisa diminimalisir. Seperti halnya temulawak mampu memperbaiki fungsi hati dan menurunkan kadar SGPT (serum glutamic pyruvic transaminase) dan SGOT (serum glutamic oxaloacetic transaminase) dalam darah.

Banyak sekali zat-zat yang terkandung dalam temulawak. Salah satu kandungan yang paling menonjol pada temulawak adalah zat kurkumin. Zat inilah yang memberi warna kuning pada temulawak. Zat kurkumin ini juga diketahui mampu merangsang produksi cairan empedu yang akan memecah lemak. Sehingga membantu proses pencernaan menjadi lebih lancar.

Fungsi lain zat kurkumin yaitu sebagai antibakteri dan antiradang untuk memperbaiki organ hati yang rusak. Organ hati membaik, kadar SGPT dan SGOT darah turun. Selain itu, juga berpotensi antidiabetes karena mampu melipatgandakan kerja insulin mengurai glukosa serta memiliki antitumor yang tinggi.

Tak hanya zat kurkumin saja yang ditemukan pada temulawak melainkan ada kandungan lain, seperti garam- garam mineral (kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi, dan mangan) dan minyak atsiri. Hal inilah yang membuat temulawak bermanfaat sebagai tonik bagi tubuh, sedangkan minyak asiri berperan sebagai antibakteri, anti peradangan dan menghilangkan rasa nyeri pada persendian tulang. Wajar bila temulawak dipakai sebagai obat antirematik dan asam urat.

Berikut taksonomi/ klasifikasi pada tanaman temulawak yang multikhasiat:

• Kingdom : Plantae

• Divisi : Spermatophyta

• Sub Divisi : Angiospermae

• Kelas : Monocotyledonae

• Ordo : Zingiberales

• Famili : Zingiberaceae

• Genus : Curcuma

• Species : Curcuma xanthorrhiza

Nah, demikianlah beberapa manfaat yang terdapat pada temulawak yang saya ketahui dari beberapa sumber. Semoga bermanfaat.. Wallahu’alam..

Baca Selengkapnya ...