ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

Selasa, 22 Februari 2011

Si Pipih Indikator Air Bersih









Si pipih yang dimaksud di sini adalah salah satu jenis cacing anggota Phylum Platyhelminthes dari kelas Turbelaria.Si pipih ini adalah Planaria Sp. Planaria Sp merupakan hewan yang hidup bebas dengan habitat yang berbeda-beda, beragam dari perairan yang berarus lambat sampai pada perairan danau dan tertutupi oleh bebatuan atau dedaunan, yang penting airnya jernih.

Menurut salah satu sumber yang pernah kubaca, Planaria sp adalah invertebrata berupa cacing pipih berukuran kecil berwarna cokelat gelap dan pemakan makanan beraneka ragam tapi cenderung karnivora karena paling suka makan bangkai hewan lain. Kalau pengalamanku (dilihat dari ciri dan karakteristiknya kayaknya sih planaria) Planaria sp atau si pipih ini awalnya warnanya putih setelah kuberi makan nyamuk, dia menghisap darah nyamuk tersebut sehingga warnanya berubah jadi lebih gelap(lht gbr kanan lalu ke kiri).

Selain itu, Planaria Sp juga menunjukkan berbagai perilaku sebagai respon terhadap berbagai macam rangsang yang meliputi cahaya, sentuhan, aroma, dan rasa. Jadi dia sangat sensitif terhadap polutan atau pencemar sehingga Planaria Sp atau si pipih ini hanya mampu bertahan hidup di air yang bersih. Makanya si pipih ini bisa dijadikan salah satu sebagai indikator biologi bahwa air itu bersih. (maksudnya kualitas air cukup bagus, karena air tidak terkontaminasi limbah terutama limbah B3 (beracun, berbau, berwarna). Meski begitu, pemakaian air tetap bijak memperhatikan cara penggunaaannya, bukan serta merta langsung diminum tanpa direbus/ disaring terlebih dahulu.

Sedikit pengetahuan tentang Planaria Sp.
Planaria memiliki tubuh pipih (dorsoventral), bilateral simetri dan tidak bersegmen. tubuh bagian dorsal memiliki auricle (aurikula / berbentuk telinga) dan eyespot (bintik mata), sedangkan tubuh bagian ventral terdapat mulut, pharynk, dan lubang kelamin. Tubuh memiliki peredaran darah, anus, dan coelom, Sedangkan system sarafnya masih sangat sederhana.

Mata Planaria Sp disebut dengan eye spot merupakan bintik mata yang sensitif terhadap cahaya matahari sehingga planaria lebih banyak menghabiskan banyak waktu di bawah bebatuan atau daun-daun. Pada kepala terdapat bagian yang mirip dengan bentuk telinga (auricle) dipenuhi oleh banyak reseptor kimia. Menggerakkan kepala yang kesatu sisi ke sisi lain sehingga menyebabkan Planaria Sp mengetahui atau merasakan adanya sinyal kimia (bau) yang berdifusi dari sumber makanan.

Planaria Sp memiliki kemampuan untuk bereproduksi secara seksual dan aseksual. Yang paling unik adalah reproduksi secara aseksual. Kalau tubuhnya dipotong-potong beberapa bagian si pipih ini (dalam beberapa hari) akan membentuk lagi bagian-bagian yang hilang seperti tubuh yang utuh seperti keadaan semula. Detailnya bisa lihat sendiri di buku-buku biologi atau referensi lainnya...

Sumber gbr: www.petshop-zoomania.com, www.web.mit.edu
Baca Selengkapnya ...

Rabu, 10 Maret 2010

Penyakit Dan Obat Pada Lalat


Nabi Bersabda, "Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obatnya (HR. Bukhari, Ibn Majah, dan Ahmad).Dalam riwayat lain: "Sungguh pada salah satu sayap lalat ada racun dan pada sayap lainnya obat, maka apabila ia mengenai makananmu maka perhatikanlah lalat itu ketika hinggap di makananmu, sebab ia mendahulukan racunnya dan mengakhirkan obatnya" (HR. Ahmad, Ibn Majah).

Diantara mu'jizat kenabian Rasulullah dari aspek kedokteran yang harus ditulis dengan tinta emas oleh sejarah kedokteran adalah alat pembuat sakit dan alat pembuat obat pada kedua sayap lalat sudah beliau ungkapkan 14 abad sebelum dunia kedokteran berbicara. Dan penyebutan lalat pada hadits itu adalah bahwa air tetap suci dan bersih jika dihinggapi lalat yang membawa bakteri penyebab sakit kemudian kita celupkan lalat tersebut agar sayap pembawa obat (penawarnya) pun tercelup ke air.
Dan percobaan ilmiah kontemporer pun sudah dilakukan untuk mengungkapkan rahasia di balik hadits ini. Bahwasannya ada kekhususan pada salah salah satu sayapnya yang sekaligus menjadi penawar atau obat terhadap bakteri yang berada pada sayap lainnya.

Oleh karena itu, apabila seekor lalat dicelupkan ke dalam air keseluruhan badannya, maka bakteri yang ada padanya akan mati, dan hal ini cukup untuk menggagalkan "usaha lalat" dalam meracuni manusia, sebagaimana hal ini pun telah juga ditegaskan secara ilmiah. Yaitu bahwa lalat memproduksi zat sejenis enzim yang sangat kecil yang dinamakan Bakter Yofaj, yaitu tempat tubuhnya bakteri. Dan tempat ini menjadi tumbuhnya bakteri pembunuh dan bakteri penyembuh yang ukurannya sekitar 20:25 mili mikron. Maka jika seekor lalat mengenai makanan atau minuman, maka harus dicelupkan keseluruhan badan lalat tersebut agar keluar zat penawar bakteri tersebut. Maka pengetahuan ini sudah dikemukakan oleh Nabi kita Muhammad sallallahu 'alaihi wasallam dengan gambaran yang menakjubkan bagi siapapun yang menolak hadits tentang lalat tersebut.

Dan Dr. Amin Ridha, Dosen Penyakit Tulang di Jurusan Kedokteran Univ. Iskandariyah, telah melakukan penelitian tentang "hadits lalat ini" dan menegaskan bahwa di dalam rujukan-rujukan kedokteran masa silam ada penjelasan tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh lalat. Dan di zaman sekarang, para pakar penyakit yang mereka hidup berpuluh-puluh tahun, baru bisa mengungkap rahasia ini, padahal sudah dibongkar informasinya sejak dahulu. Yaitu kurang lebih 30-an tahun yang lalu mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri obat berbagai penyakit yang sudah kronis dan pembusukan yang sudah menahun adalah dengan lalat.
Berdasarkan hal ini, jelaslah bahwa ilmu pengetahuan dalam perkembangannya telah menegaskan penjelasannya dalam terori ilmiah sesuai dengan hadits yang mulia ini. Dan mukjizat ini sudah dikemukakan semenjak dahulu kala, 14 abad yang silam sebelum para pakar kedokteran mengungkapkannya baru-baru ini.

sumber : www.islamicmedicine.org
Baca Selengkapnya ...

Senin, 25 Januari 2010

Hikmah Pengharaman Alkohol : Dampaknya Terhadap Jantung


Dr. Sath-han Ahmad (United State of America)

Sudah menjadi sesuatu yang diketahui umum, yaitu adanya dampak yang sangat kentara dari alkohol terhadap otak dan kerja hati (liver), kecuali apabila hal itu digunakan untuk tujuan-tujuan sosial atau untuk medis.Ada sebuah pemahaman yang menyatakan bahwa penggunaan alkohol dalam jumlah kecil tidak berdampak pada toksin atau mempengaruhi anggota tubuh lainnya sehingga tidak boleh melarang penggunaan alkohol.

Oleh karena itu, aku melaksanakan penelitian ini untuk memastikan ada-tidaknya dampak yang signifikan terhadap jantung bagi manusia. Penelitian juga aku lakukan terhadap zat aditif "khomer" bagi responden. Tes percobaan adalah 6 jenis alkohol dengan kandungan 43% saya berikan kepada orang biasa yang sehat yang berusia 23 - 30 tahun selama 2 jam, bagi kelompok pertama, dan 1 jam bagi kelompok kedua. Dan ternyata, kerja jantung jadi berdebar kencang.

Terhadap kelompok pertama, setelah berselang 60 menit (1 jam), kandungan al-kohol menjadi + 74 mcm/ml ada penambahan selama pemompaan darah 90 - 96 mili kedua. Dan penambahan waktu kepastian 44 - 52, bertambah persentase keduanya dari 0,299 sampai 323. Dan mulai menurun setelah 2 jam pertama padahal jumlah alkohol dalam darah bertambah sampai 111 mg dengan peningkatan yang sangat cepat/drastis (pada kelompok kedua) dan terjadi dis-fungsi organ perut bagian kiri setelah 30 menit. Hal ini terjadi ketika keadaan alkohol dalam darah mencapai 50 mg/100ml.

Adapun pada kelompok ketiga. Kami melakukan studi komparasional terhadap 5 orang yang aku beri saccharine dan terjadi penurunan pada tiga hal tersebut pada setiap orang.
Oleh karena itu, penggunaan alkohol dengan dosis "kecil/atau tidak seberapa" akan menyebabkan terjadinya disfungsi organ secara berkala; dan pada orang-orang biasa bila tidak berkala. Dan untuk menganalisis kerja jantung pada pada saat diberi zat aditif tersebut di atas, maka 3 orang yang sudah kecanduan khomer, kami melakukan studi komparasinya dengan kelompok orang-orang biasa yang sehat. Berdasarkan hipotesis : Ada perbedaan yang jelas pada keadaan dan gejala-gejala jantung, maka diketahui bahwasanya ditemukan keadaan yang sangat jelas pada setiap responden tentang disfungsi organ perut bagian kiri, baik besar atau pun kecil. Dan disfungsi ini lebih jelas lagi pada orang yang sedang sakit yang relatif lebih lama pada lama-tidaknya kerja jantung. Pada 12 pasien tidak mengetahui penyebab pembengkakan jantung, sebab ukuran/volume organ perut bagian kiri dan volume darah dan terbuang berbeda lebih jelas dibandingkan pada responden orang biasa.

Dan pada 11 orang yang menderita sakit tambahan, tidak mengetahui pembengkakan jantung dengan perbedaan yang jelas, yaitu adanya penambahan atau pengurangan volume pompa darah.Pada 18 pasien, mengetahui adanya pembengkakan jantung tanpa diserta gejala, terjadi penurunan atau dis-fungsi kerja pompa jantung secara jelas dan disertai penurunan volume dan darah yang terbuang.

Berdasarkan hal tersebut, penggunaan alkohol (sebagai zat aditif) adalah kritis secara terus-menerus terhadap jantung. Hal ini diawali dengan berdebarnya detak jantung dan sampai pada tahapan berikutnya, sakit; penurunan stamina tubuh pada kerja pompa darah, kemudian pembengkakan jantung, munculnya dis-fungsi jantung. Dan informasi yang diperoleh dari percobaan terhadap sejumlah anjing menguatkan data kami ini, dimana kami telah memberi makan 7 anjing tersebut secara paralel 5 kebutuhan anjing tersebut akan energi panas melalui alkohol selama 18 bulan. Maka, terjadilah dis-fungsi/penurunan yang sangat jelas pada jumlah yang terbuang dari organ perut bagian kiri, dan pada kekuatan tulang biseps. Adapun pembengkakan pada organ perut dan inflamasi ataupun perubahan pada keduanya, maka hal itu tidak terjadi, dan terjadinya penurunan potassium dengan adanya catatan pada biseps jantung anjing (64, dimana sebelumnya 72).

Berdasarkan hal tersebut, pengunaan alkohol dengan dosis apapun dan dalam kondisi apapun bukan hanya mempengaruhi aqidah saja, bahkan berdampak kepada jantung dengan dampak yang sangat berbahaya.Sesungguhnya hukum pengharaman di dalam Islam adalah sesuatu yang sudah dogmatis dan terbatas yang tidak ada porsi sedikitpun untuk meragukannya atau mengingkarinya. Sikap Islam terhadap penggunaannya minuman beralkohol dalam dosis kecil adalah sangat jelas yang tidak perlu penjelasan tambahan, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits Rasulullah. Adapun orang-orang kafir dan kalangan pendosa, mereka mengikuti kaidah-kaidah mereka dari aspek kemanusiaan dan medik untuk melegalkan penggunaan alkohol dalam dosis rendah ....

Maka mereka akhirnya menyangka bahwa dosis rendah tidak akan berdampak secara signifikan, tidak jadi haram, dan tidak membahayakan tubuh. Dari hal ini pun akhirnya dimungkinkan penggunaan alkohol dalam dosis sedang untuk tujuan-tujuan medik.Oleh karena itu, dipandang perlu bahwa kita dalam setiap moment selalu mengedepankan ilmu dan dalil untuk memuaskan mereka-mereka yang tidak yakin dengan asas komitmen dalam kita bertahkim dengan hukum ilahi.
Baca Selengkapnya ...

Air Zam-zam Memiliki Kandungan Yang Berbeda dengan Air Biasa ?


Benar, air zam-zam memiliki keistimewaan dalam zat-zat yang dikandungnya. Tentang hal ini, sejumlah peneliti dari Pakistan telah melakukan penelitian panjang dan akhirnya mereka menemukan hal ini. Dan Pusat Penelitian Haji pun sudah melakukan hal yang sama terhadap air zam-zam, maka mereka menemukan bahwa air zam-zam adalah air yang menakjubkan, berbeda dengan air pada umumnya.
Sami Unqowy, Eng., Ketua Pusat Penelitian Haji, "Ketika kami melakukan penggalian untuk perluasan sumur zam-zam, maka setiap kali mengambil air zam-zam tersebut semakin bertambah air yang keluar, setiap kami mengambil airnya, bertambah pula air dari sumur zam-zam itu,...
maka kami menyibukkan diri untuk memompa (menyedot) air zam-zam itu dengan tiga kali sedotan agar kering sehingga memudahkan kami dalam memasang pondasi.

Lalu, kami pun melakukan penelitian terhadap air zam-zam dari celah-celah mata airnya untuk mengetahui ada tidaknya bakteri. Maka, ternyata air zam-zam tesebut tidak mengandung satu jenis bakteri pun!! Murni dan bersih. Akan bisa terkontaminasi setelah dipindahkan pada bejana atau ember, maka polutan pun masuk kepadanya !! Akan tetapi air itu bersih dan suci tidak terdapat bakteri apapun. Ini adalah keistimewaan air zam-zam. Dan diantara keistimewaan lainnya adalah engkau masih bisa menikmati air zam-zam itu sampai sekarang, dan terus mengalir sejak zaman Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam sampai kini.Berapa usia sumur biasa untuk tetap bisa mengeluarkan air ?? 50 tahun, 100 tahun, ... dikeduk airnya dan habis. Maka air zam-zam ini terus-menerus mengeluarkan air!!?.Rasulullah bersabda, "Air zam-zam adalah sesuai dengan tujuan orang yang meminumnya" (HR. Ahmad).

Benar, aku mengetahui ini dengan sebenar-benarnya tentang kisah seorang laki-laki asal Yaman, aku mengenalnya dan dia adalah sahabatku, dia adalah orang yang sudah tua, pandangan matanya sudah melemah... karena sebab usianya yang sudah lanjut, hampir saja ia tidak bisa melihat ! Ia selalu membaca Al-Qur'an, dan dia sangat bersemangat untuk selalu membacanya... dia selalu memperbanyak membacanya, di sisinya ada mushaf kecil; mushhaf kecil itu serasa tidak ingin berpisah dengannya, akan tetapi karena melemahnya kekuatan matanya, apa yang harus ia perbuat?! Ia pun berkata, "Katanya air zam-zam itu bisa jadi obat, maka akupun mendatangi zam-zam itu, lalu aku pun mengambil dan meminumnya, tiba-tiba aku pun mulai bisa melihat kembali tulisan mushhaf." Aku melihat ia pun mengambil mushhaf kecilnya dari saku dan membacanya. Ia pun berkata, "Ini berkat aku meminum air zam-zam itu.

Maka, .... wahai saudara-saudaraku yang mulia. Ini adalah hadits Rasulullah. Akan tetapi do'a syaratnya adalah pelakunya harus yakin doanya akan dikabulkan; ia memenuhi perintah Allah; orang yang berdo'a memenuhi syarat sebagaimana firman Allah:
Dan jika para hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka jawablah bahwa Aku dekat; Aku mengabulkan do'anya orang-orang yang berdoa, maka hendaklah mereka memenuhi perintah-Ku dan mengimani Aku agar mereka mendapat bimbingan (Q.S. Al-Baqarah: 186)Sumber: Anta Tas'al wa Syaikh Al-Zindani Yujib haula Al-I'jaz Al-Ilmiy fii Al-Qur'an wa Al-Sunnah Yusriyah Sembuh dari Penyakit Mata Sebalah Kirinya setelah Minum Air Zam-Zam Seorang ikhwah yang baru pulang dari haji bercerita. Kata dia, "Seorang ibu yang mulia namanya Yusriyah Abdurrahman Hiraz ikut bersama kami melakukan haji dalam rombongan Departemen Wakaf Mu'jizat yang terjadi karena barokah air zam-zam.

Ia berkata, "Yusriyah pernah menderita penyakit mata yang disebabkan oleh bakteri nyamuk bertahun-tahun hingga menyebabkan migran (sakit kepala sebagian) sepanjang siang dan malam dan tidak mereda sedikitpun, ... sampai akhirnya mata kirinya tersebut tidak bisa melihat sama sekali karena adanya selaput putih di matanya. Maka ia pun pergi ke salah seorang dokter spesialis mata ternama. Tapi dokter tersebut mengatakan, "Tidak ada cara lain untuk menyembuhkan migran tersebut (sebagai efek sakit matanya) kecuali dengan menyuntik mata tersebut, akan tetapi itu pun akan berakibat kebutaan untuk selamanya.

Maka, Ny. Yusriyah semakin bertambah ketakutan mendengar perkataan dokter itu. Aan tetapi, ia adalah orang yang percaya benar dan merasa tenteram dengan rahmat Allah. Dan hal itu akan mendatangkan sebab pengobatan sakitnya, demikian seteah mendengar penegasan para dokter tentang sakit yang ia derita itu... Maka, ia pun berkeinginan untuk melakukan umrah, sehingga memungkinkan mendapat obat dan penawar langsung dari Allah di Baitullah Al-Haram.

Maka, ia pun datang ke Mekkah dan thawaf di Ka'bah -waktu itu belum ramai orang-orang besar demikian kata beliau- sehingga ia bisa mencium hajar aswad dan menyentuhkan matanya yang sakit padanya ... lalu ia pun pergi menuju air zam-zam dan meminum satu cangkir serta mencuci matanya dengan air zam-zam itu ... setelah itu, ia pun meneruskan sa'i, lalu kembali ke Ghandaq tempat ia memulai ihram.
Maka, aku menemuinya sekembalinya dari Ghandaq dan matanya yang sakit menjadi sehat sempurna, dan penyakit matanya pun hilang tanpa ada bekas sedikitpun.
Bagaimana mungkin penyakit bisa hilang (diangkat) tanpa ada operasi?? Dan, ... bagaimana mungkin pandangan matanya bisa kembali sehat seperti biasa tanpa diobati?? Dan ilmu kedokteran yang mengobati penderitaannya tidak mampu melakukan apapun, kecuali membenarkan keagungan Allah yang Maha Besar; bahwa ibu yang sakit ini, yang para dokter gagal membantu pengobatannya, telah diobati oleh Dzat Yang Maha Mengobati, ketika ia melakukan kunjungan ibada (Umrah), sebagaimana Rasululah kabarkan:
Air zam-zam tergantung niat orang yang meminumnya; jika engkau meniatkan dalam meminumnya untuk mengobatimu, maka Allah akan menyembuhkanmu; jika engkau niatkan agar engkau kenyang, maka Allah menjadikanmu kenyang; jika engkau meniatkannya untuk menghilangkan haus, maka Allah akan menghilangkan kehausanmu, dan zam-zam itu adalah cekungan yang dibuat oleh Jibril dan air yang mengalir yang Allah berikan kepada Ismail (HR. Daraquthni).

Keluarnya Batu Tanpa Operasi dan kisah seperti ini serta kisah-kisah lainnya pun kami pernah mendengarnya dari sahabat-sahabat kami, atau pun kami membacanya. Dan itu semua meskipun menunjukkan kepada sesuatu hal, akan tetapi itu menunjukkan atas benarnya perkataan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang sumur yang penuh barakah ini (zam-zam).Yang mengisahkan cerita ini adalah Dr. Farouq 'Antar.
Beliau berkata, "Aku telah menderita kencing batu selama bertahun-tahun. Para dokter menyatakan tidak mampu mengeluarkannya kecuali dengan operasi. Akan tetapi aku mengurungkan niat operasi itu dua kali... kemudian aku aku berniat untuk melakukan umrah... , dan aku memohon kepada Allah agar memberikan kesembuhan kepadaku tanpa operasi.

Maka, Dr. Farouq pun pergi ke Mekkah, dan melakukan umrah di sana serta minum air zam-zam, mencium hajar aswad, sholat dua rakaat sebelum keluar dari Masjidil Haram, maka tiba-tiba ia merasakan sesuatu di kantung kemihnya, maka ia pun bergegas ke kamar kecil. Maka, ternyata sesuatu yang menakjubkan telah terjadi, keluar batu yang lumayan besar, dan ia pun sembuh tanpa harus masuk ke ruang operasi.
Dan sungguh ketika keluarnya batu telah mengejutkan dirinya dan para dokter yang selalu mengikuti perkembangan kesehatannya.
Penerjemah: Abu Muhammad ibn Shadiq ( jum'at, 09-01-2004M / 17-11-1424 )

Baca Selengkapnya ...

Rahasia Dalam Laut


Alloh Ta'ala berfirman: Dia membiarkan dua buah laut mengalir, kemudian keduanya bertemu; diantara keduanya ada batas yang tidak bisa dilampaui oleh masing-masingnya; maka nikmat Rabb-mu manakah yang kalian dustakan?; dari keduanya keluar mutiara dan marjan. (Q.S. Ar-Rahmaan).Maksudnya adalah bahwa kedua laut itu adalah asin. Sebab, ayat-ayat di atas berbicara tentang laut dan apa yang keluar dari salah satu laut berupa marjan dan dari laut lainnya lagi berupa mutiara.

Laut yang pertama rasanya asin, demikian juga yang kedua. Dan kapan manusia mengetahui bahwa laut yang asin itu berbeda-beda, dan bukannya laut yang memiliki kandungan sama. Hal ini tidak diketahui oleh manusia kecuali setelah mereka memasuki tahun 1942. Pada tahun 1873 manusia mengetahui bahwa ada tempat tertentu di dalam laut yang kandungan airnya berbeda-beda.

Ketika para peselancar melakukan selancar dan mengelilingi lautan dunia selama 3 tahun dengan menggunakan kapal, maka ini menjadi tonggak pembatas antara ilmu kelautan kuno, penuh dengan khurafat, dengan penelitian mendalam yang didasarkan kepada penelaahan atas fakta laut tersebut. Dan ini merupakan awal dari gelombang kemajuan ilmu pengetahuan bahwa laut yang asin memiliki kandungan air yang berbeda-beda. Dan sudah pernah dilakukan penelitian dan evaluasi terhadap penelitian ini bahwa air laut berbeda-beda kadar panas, berat jenis (BJ air), kandungan oksigen.

Dan pada tahun 1942, muncul untuk yang pertama kalinya sebuah hasil penelitian yang sangat panjang. Penelitian ini dilakukan oleh ratusan para peneliti dasar laut, dan mereka menemukan bahwa samudera atlantik bukanlah laut yang hanya merupakan satu lautan, akan tetapi samudera atlantik ternyata terdiri atas beberapa laut yang masing-masing berbeda. Masing-masing peneliti menemukan perbedaan dari masing-masing air laut yang mereka temui. Air laut di sebelah sana memiliki keistimewaan dan karakteristik tersendiri, demikian juga air laut bagian lainnya; masing-masing berbeda kadar suhu, BJ air, oksigennya, semuanya bersatu dalam satu samudera, altlantik......
Apalagi dengan laut-laut lain yang berbeda dan kemudian bertemu, seperti laut tengah, laut merah, laut atlantik, dan seperti laut merah dan teluk 'adn juga bertemu di satu tempat yang sempit.

Maka pada tahun 1942, untuk pertama kalinya kita mengetahui ada satu laut yang masing-masing bagian laut tersebut memiliki perbedaan dalam kandungan dan sifat-sifatnya, dan bertemu pada satu tempat tertentu.
Pada pakar kelautan (oceanolog) mengatakan bahwa sifat yang paling kentara dari laut dan airnya adalah bahwa laut dan airnya tidak pernah tetap ... tidak pernah tenang, dan hal yang paling terlihat adalah ia selalu bergerak, ... panjangnya, dan lebarnya, dan gelombang airnya, arah pergerakannya adalah diantara faktor-faktor yang sangat banyak yang mempengaruhi keadaan air laut.

Dari sini ada satu pertanyaan: Bila memang demikian keadaannya, maka kenapa air-air yang berbeda itu tidak bercampur dan tidak menyatu (melebur) menjadi satu jenis?" maka mereka pun mempelajari, meneliti, dan menelahnya. Dan akhirnya pun mereka menemukan jawabannya, yaitu bahwa ada "dinding air pembatas" yang memisahkan setiap pertemuan dua laut dalam satu tempat, baik di dasar samudera atau pun di dalam palung (jurang di dalam lautan). Tempat inilah yang ternyata memisahkan antara laut yang satu dengan laut yang lainnya. Akhirnya mereka pun dapat mengetahui batas laut ini dan bagaimana karakteristiknya. Akan tetepi dengan apakah mereka bisa mengetahuinya ? Apakah dengan kedua mata kita ...? Tidak, ... akan tetapi dengan meneliti secara mendetail dan rinci terhadap kandungan kadar garam, kadar suhu, BJ air. Dan hal-hal inilah yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang.
( Rabu, 24 Ramadhan 1424H/19112003M )
Baca Selengkapnya ...

Balasan Express....


Kejadian berikut di beritakan di surat kabar Saudi Arabia sekitar tahun 2000 –an.
Kisah ini merupakan pengalaman pribadi dari seorang ukhti muslimah yang berada di Sydney. Beliau seorang muslimah kebangsaan Australia dalam mempelajari islam jangan ditanya semangatnya, sampai beliau berusaha untuk tinggal di Saudi bersama dengan suaminya yang kebangsaan Mesir untuk menimba ilmu disana.
Setelah dua tahun beliau kembali ke Australia dan berdakwah kepada para muslimah disini. Khususnya yang berbahasa Inggris.Inilah kisah dari beliau semoga ukhti muslimah semua dapat mengambil manfaatnya.Mungkin ukhti-ukhti yang tinggal di Timur Tengah pernah mendengar atau bahkan menyaksikan kisah nyata ini.Dimana ketika kejadian itu terjadi beliau ada disana.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa perintah untuk mengenakan jilbab bagi wanita muslimah di Timur Tengah sangat ketat sekali.Jarang kita lihat para wanitanya membuka kerudungnya disana walaupun pada kenyataannya ketika mereka bepergian keluar negeri (wisata),...mereka membuka jilbabnya(walaupun tidak seluruhnya hanya sebagian dari mereka).Dimana mereka mengenakan jilbab hanya karena patuh pada perintah negara bukan kepada Alloh subhanahu wata'ala.

Ketika berada di sana beliau sangat senang sekali karena dimana-mana yang beliau lihat adalah para wanita yang berhijab dan bercadar sehingga beliau tidak merasa sendirian. Pada waktu itu beliau bersama dengan suaminya pergi berbelanja dalam suatu mall(shopping centre).Begitu ramai …maklum namanya juga tempat belanja..tapi ada satu yang mengganjal hatinya.Yaitu ketika beliau melihat seorang wanita yang berjalan didepannya tanpa mengenakan jilbab.Ya,..wanita tersebut tidak memakai jilbab. Terlihat begitu bahagianya tanpa jilbab.Dengan pakaian yang ketat dan mengundang perhatian kaum laki-laki.Dia tidak perduli.

Mungkin karena merasa risih,..datanglah seorang ikhwan/laki-laki kepadanya dan menyarankan agar ia menutup kepalanya dengan kerudung atau jilbab. Laki-laki itu berkata:”Wahai ukhti,..takutlah kepada Alloh….janganlah engkau membuat Alloh marah kenakanlah jilbab!!!wanita itu menjawab:”Untuk apa?? Apakah Dia bisa marah kepadaku?? Bila Dia marah hendaklah Dia menghubungi aku lewat handphoneku ini!!” kurang lebih demikian jawaban si wanita tersebut..meremehkan Alloh subhanahu wata’ala yang begitu banyak melimpahkan nikmat kepadanya. Beliau sangat terkejut mendengar jawaban si wanita tadi. Beliau merasa takut sekali apabila siwanita ini nantinya akan celaka akibat ucapan dan kesombongannya itu. Baru saja si wanita tadi melangkah satu atau dua langkah kaki dengan angkuhnya tiba-tiba ia terpeleset.Ketika terpeleset itulah dia jatuh terjerembab dan dalam sekejap posisinya sudah seperti orang yang akan sakarat (mendekati kematian) disusul dengan keluarnya kotoran dari duburnya yang berhamburan mengeluarkan bau yang tidak sedap.Orang-orang disekitar itupun panik.Tak lama kemudian diapun meninggal.

Beliau sangat shock dengan kejadian tersebut,..karena seakan-akan seperti mimpi atau seperti bukan kisah nyata hanya terjadi didalam film saja.Segera beliau pulang dan tidak jadi pergi berbelanja karena masih shock dengan kejadian itu.
Dari kejadian diatas beliaupun setibanya di Sydney menyampaikan kisah yang dilihatnya tersebut kepada semua akhwat muslimah agar selalu taat kepada perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan agar kita selalu memohon akhir hidup yang baik atau husnul khatimah.Semoga kisah diatas dapat kita ambil hikmahnya.

Kiriman dari : Ummu Raihanah (Sydney)

Baca Selengkapnya ...

Rabu, 20 Januari 2010

Balada Nenek Renta

Usianya sudah mencapai senja. Dengan jarak 8 kilometer berjalan kaki, seminggu sekali, ia melakukannya untuk bisa mencapai mesjid Lamtamot Lembah Seulawah, Aceh, untuk mendengarkan pengajian.

Jarak 8 kilometer ditempuh dengan jalan kaki, seminggu sekali, demi bisa ikut mengaji. Perempuan itu amatlah sederhana. Berpakaian lusuh, selalu mengenakan kain sarung, baju kebaya khas wanita usia lanjut, serta jilbab berbahan kaus yang menjulur hingga ke bawah dada.
Wajahnya belum kempot meski sudah berusia 85 tahun. Badannya tegak sempurna. Punggungnya tak membungkuk sedikit pun. Giginya masih rapi tersusun, tiada yang tanggal. Saat tertawa, tampaklah geliginya yang berbaris rapi menghadiahkan keceriaan jiwanya.

Guratan keriput di pipi tak sanggup memupuskan bias kecantikannya sebagai perempuan Aceh. Berhidung mancung dengan bola mata belok sedikit sayu. Pertama kali bertemu dengannya, ia memakai jilbab berwarna coklat. Berbaju lengan panjang dengan corak bunga dan kain sarung warna hijau pudar. Ia juga mengenakan sandal jepit. Semua itu menyertainya menjemput kebahagiaan.

Nenek tua penuh pesona. Semangatnya memperdalam Islam tak rapuh bersama usia senjanya. Ia masih kuat melangkah menjemput hidayah. Pandangan matanya tak rabun disengat kejamnya dunia. Ia berjalan, terus berjalan, menuju cahaya Ilahi Rabbi. Semua itu terlihat mudah baginya. Sebaliknya, orang-orang yang melihatnya menjadi malu dan jatuh iba.

Ia hidup sebatang kara. Melodi kehidupannya bukan tanpa nada. Nada-nada melankolis sering sekali menemaninya. Kami bertemu dalam pertemuan yang indah, dalam sebuah majelis dzikrullah di Masjid Lamtamot. Aku pembicara dan nenek itu menjadi pendengar yang baik.

Selepas acara, nenek itu melangkah pulang. Pelan-pelan. Tangan kanannya mengayun-ayunkan sebilah tongkat penyangga keseimbangan badan. Ia melangkah berpayah-payah, menelusuri rerimbunan hutan dengan jalan yang tak mulus. Bebatuan besar menghadang. Sejauh delapan kilometer, ya delapan kilometer!

Ia terseok-seok melintasi jalanan sunyi. Menyeret kaki kanannya yang pincang demi sebuah keyakinan, mempertebal keimanan. Diteguhkannya tekad guna mengikuti acara kajian Islam pekanan yang diselenggarakan KKIA-SWA (Komite Kemanusiaan Indonesia untuk Aceh-Sahabat Wanita dan Anak), setiap Ahad pagi.

Nenek itu terlahir di Lembah Seulawah. Nmanya Haji, karena bertepatan dengan hari lebaran haji. Tanpa embel-embel lain. Hingga sekarang orang biasa memanggilnya Nek Haji. Bukan karena sudah menunaikan ibadah haji, tapi karena itulah nama yang diwariskan oleh orangtuanya.

Dulu, Nek Haji tumbuh menjadi gadis yang baik. Pada usia tujuh tahun, ia mulai mengkaji Islam di sebuah dayah (pesantren) yang tak jauh dari rumahnya di Lembah Seulawah. Setiap hari ia mempelajari kitab pada Tengku Usman. Pelajaran baca tulis, semuanya dengan aksara Arab, bukan abjad ABC.

Beranjak dewasa, Nek Haji mengakhiri masa kesendirian di usia 18 tahun. Waktu itu datang pinangan dari seorang pemuda di kampung tetangga. Nek Haji pun menerima, sebab semua itu sudah ditentukan oleh orangtua. Perjodohan yang biasa pada masa itu. Orangtua bersepakat, anak pun taat. Apalagi Nek Haji memang tak punya pilihan lain.

Menikahlah mereka dengan mahar Rp 20. Selama berumah tangga, ternyata Nek Haji sering dibuat kecewa. Dirinya yang taat beragama harus mendampingi seorang suami yang beragama ala kadarnya. Hanya untuk shalat, ia mesti selalu mengingatkannya. Itu pun masih sering tak dikerjakan.

Bahtera rumah tangganya akhirnya kandas setelah terjalin 12 tahun. Suaminya menginginkan seorang anak tapi Nek Haji bukanlah perempuan subur. Sejak perpisahan itu, ia menjadi sendiri. Tak ada tempat berbagi kecuali Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Dari usia 40 tahun hingga kini, ia terus sendiri. Mengupayakan segala kebutuhan hidup dengan jerih payahnya sendiri. Menggarap sawah sendiri atau mengambil upahan di kebun orang lain. Namun Nek Haji masih menyisakan waktu untuk mengajar masyarakat setempat mengaji. Semua dilakoninya tanpa berkeluh kesah.

Nek Haji senantiasa istiqamah. Sedari belia hingga tua renta hidayah selalu dijaganya. Menutup aurat, shalat malam, shalat duha, dan menuntut ilmu, terus dikerjakannya tanpa merasa susah payah.

Sekarang Nek Haji menempati sebuah rumah sederhana di desa Buncala. Berlantai tanah yang tak rata, berdinding papan kusam dengan atap daun rumbia. Perabotan dalam ruangan itu seadanya saja. Tidur beralas tikar, memasak dengan tungku batu bata memakai kayu bakar. Semuanya dijalani dengan kesabaran dan ketulusan. Subhanallah! Masihkah kita tak merasa malu?

Diambil dari tulisan Ukhti :
(Srikawati/Hidayatullah)

Senin, 26 September 2005

Baca Selengkapnya ...